Aneka Pakan / Makanan Cucak Ijo Biar Gacor dan Ngentrok

Pakan Cucak Ijo – Makanan yang diberikan setiap harinya memang sangat berpengaruh besar terhadap potensi burung. Jika bukan hanya jenis asupan terbaik yang disajikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau perkembangan burung khususnya pada segi suara cucak ijo akan menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, ada baiknya untuk selalu memberikan makanan yang bagus untuk cucak ijo biar cepat gacor. Perawatan harian juga perlu dipertimbangkan agar penampilan burung jadi lebih menjanjikan. Sedangkan untuk setelan harian dasar yang kerap diterapkan oleh pengorbit burung juara, sebenarnya tidaklah jauh beda dengan rawatan yang banyak dilakukan oleh para kicaumania pada umumnya.

Adapun beberapa setelan harian paling dasar yang umum diberikan oleh para pencetak burung juara adalah dengan rutin memandikan, menjemur, menjaga kebersihan kadang dan pemasteran. Lantas bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, mungkin lantaran beberapa metode tersebut dilaksanakan dengan baik, benar, rutin, konsisten, ulet, telaten, teratur dan sesuai dengan karakter burung itu sendiri. Demi menunjang angka keberhasilan, makanan cucak ijo biar gacor yang bagus juga perlu untuk lebih diperhitungkan. Pasalnya apabila hanya rawatan saja yang diutamakan, tanpa harus memahami berbagai macam kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh burung, otomatis pertumbuhannya pun akan menjadi kurang optimal.

setelan pakan dan makanan cucak ijo mini biar cepat gacor yang bagus, bakalan, juara, di alam liar, selain pisang, muda, jantan.

Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati) via fjb.kaskus.co.id @ID-jieretronizerz

Untuk makanan cucak ijo sendiri, pada umumnya ada dua golongan, yaitu yang berupa racikan atau buatan dan alami atau santapan utamanya ketika berada di alam bebas. Jenis pakan alami meliputi buah-buahan dan beberapa EF (Ekstra fooding). Buah-buahan segar yang kerap diberikan antara lain pisang kepok, apel, pepaya, jeruk dan semacamnya. Sedangkan untuk EF yang umum disajikan kepada burung diantaranya ialah jangkrik, kroto, belalang, ulat hongkong dan lain-lain . Untuk asupan yang berupa buatan, yang kebanyakan bagus dan aman diberikan ialah voer. Buah-buahan, EF dan voer, ketiganya mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Untuk lebih lengkapnya lagi mengenai jenis-jenis pakan burung cucak ijo sebagai berikut;

Buahan-buahan untuk Cucak Ijo

Buah-buah segar adalah salah satu pakan cucak ijo di alam liar yang paling pokok. Oleh karena itu, sebaiknya buah-buahan selalu tersedia setiap harinya. Di dalam asupan alami ini menyimpan kandungan vitamin yang cukup beragam dan berbeda-beda tergantung jenis buah-buahnya. Sedangkan untuk buah yang kerap diberikan oleh para kicaumania adalah pisang, khususnya jenis pisang kepok putih. Makanan cucak ijo selain pisang, ternyata masih ada banyak jenis buah-buahan lain yang cukup digemari olehnya. Adapun beberapa buah-buahan yang disukai oleh pengicau dari suku Chloropseidae ini antara lain apel, pir, jeruk, tomat, pepaya dan sebagainya.

Buah-buahan tersebut mempunyai manfaat tersendiri. Misalnya untuk pepaya yang banyak dianggap mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh burung. Selain itu, tekstur-nya yang cukup lembut, juga membuat pepaya menjadi mudah untuk dicerna oleh sistem pencernaan hampir semua setiap jenis burung pemakan buah-buahan. Karena tidak hanya menyimpan kandungan vitamin yang beraneka ragam, tetapi juga mempunyai tekstur begitu lembut yang membuatnya sesuai dengan sistem pencernaan tubuh burung, dapat disimpulkan bahwa pepaya sangat cokok untuk dijadikan sebagai pakan cucak ijo bakalan, muda hutan, dewasa, atau bahkan anakan trotol.

EF (Ekstra Fooding) atau Pakan Tambahan Cucak Ijo

Berbeda dengan buah-buahan, EF atau asupan tambahan ini mempunyai kandungan protein cukup tinggi yang sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Namun karena kandungan protein-nya terbilang tinggi, untuk menghindari hal-hal yang cenderung kurang bagus, maka ada baiknya jika takaran atau porsi pemberian ekstra fooding lebih diperhitungkan dan tidak sampai diberikan secara berlebihan. Adapun jenis-jenis EF yang kerap diberikan oleh para kicaumania, diantaranya ialah jangkrik, belalang, orong-orong, kroto, ulat hongkong, ulat bambu dan semacamnya. Beberapa EF tersebut juga umum dijadikan sebagai pakan cucak ijo mini, banyuwangi, atau jenis-jenis lainnya.

Mengingat tingkat protein-nya yang cukup tinggi, maka tak heran jika EF banyak dijadikan sebagai makanan cucak ijo juara yang paling utama ketika hendak dilombakan. Terlepas dari itu, untuk jenis EF tertentu seperti ulat hongkong, kroto, berbagai serangga kecil misalnya belalang, jangkrik dan kroto, sebaiknya pemberiannya lebih diperhatikan. Pasalnya memberikan ulat hongkong dengan porsi berlebihan yang berlangsung lama, bisa memicu terjadinya penyakit katarak yang menyerang bagian mata burung. Selain harus diperhatikan akan porsinya, hal lain yang sebaiknya juga diutamakan adalah dengan memotong bagian kepala ulat sebelum diberikan.

Bagian kepala ulat hongkong mempunyai gigi cukup tajam, sehingga bisa menggigit tenggorokan burung saat mengkonsumsinya. Selain itu tekstur kepala ulat hongkong juga cukup keras, sehingga tidak menutup kemungkinan bila sulit dicerna oleh burung. Disisi lain, meskipun kroto termasuk sebagai pakan cucak ijo yang bagus untuk diberikan, namun sebaiknya tidak disajikan secara berlebihan supaya tidak memicu dampak yang kurang baik. Sedangkan untuk belalang, jangkrik dan orong-orong, sangat disarankan untuk memotong bagian kepala, kaki dan bulu atau sayapnya. Sebab beberapa bagian tersebut cukup sulit untuk dicerna dan bisa melukai bagian tubuh burung, khususnya tenggorokan.

Voer untuk Cucak Ijo

Makanan cucak ijo biar gacor yang berupa buatan ini mempunyai kandungan nutrisi yang cukup beragam, misalkan protein, mineral, serat dan lain sebagainya. Disamping itu, aneka macam nutrisi yang ada pada voer juga belum tentu terdapat pada jenis pakan alami seperti buah-buah dan berbagai EF misalnya. Itu sebabnya sangat disayangkan kalau voer sampai tidak terkonsumsi oleh burung. Sedangkan untuk jenis voer yang umum diberikan oleh para kicaumania yaitu yang berkadar protein sedang antara 12-18%. Diluar itu, tidak menutup kemungkinan kalau bisa sesuai dengan karakter burung. Tidak konsisten memberikan voer atau sering mengganti merk beserta kadar protein yang ada di dalamnya, banyak dianggap bisa membuat bulu burung jadi tampak cenderung kusam.