Perbedaan Ciri-ciri Murai Batu Jantan dan Betina

Perbedaan Murai Batu Jantan dan Betina – Pengicau yang berkerabat dekat dengan kacer ini ternyata sudah cukup populer di kalangan kicaumania. Suara murai batu yang lantang dengan tembakan bervariasi, membuatnya jadi banyak digemari. Di Indonesia burung bernama latin Copsychus malabaricus ini, tidak hanya marak dipelihara guna dinikmati kemerduan suaranya saja. Akan tetapi ia juga banyak dilombakan. Untuk beberapa jenis atau berdasarkan daerah asal, yang sekarang ini cukup pupoler, antara lain murai batu Medan, Lampung, Borneo (Kalimantan), Malaysia, Nias, Aceh dan lain-lain.

Jenis-jenis tersebut memang mempunyai sisi keunggulan yang cukup menjanjikan, baik itu yang terdapat pada perawakan maupun suaranya. Terlebih lagi untuk murai batu Medan yang terkenal dengan ekor panjangnya yang indah nan menawan. Begitupun untuk burung yang berasal dari Lampung, yang berbekal suara super serta mental juara yang tinggi. Namun pada segi suara, terdapat perbedaan pada kedua jenis kelamin-nya. Oleh karena itu, sebelum memelihara pengicau berciri khas gacor ngeplong ini, ada baiknya jika mengetahui cara membedakan murai batu jantan dan betina terlebih dahulu.

Membedakan atau Perbedaan Murai Batu Jantan dan Betina, Dewasa, Trotolan, Anakan Bakalan, Bahan

Murai Batu via flickr @Norman Kaleomokuokanalu Chock

Manfaat dari mengetahui perbedaan ciri-ciri murai batu jantan dan betina yaitu supaya lebih mudah dalam menjalankan proses pemeliharaan. Jika misalnya merawat jenis burung ini lantaran ingin mengikutsertakan dalam perlombaan, maka pejantan adalah pilihan yang sangat tepat. Bisa dibilang begitu, sebab tidak sedikit yang mengklaim bahwa pengicau yang mampu gacor dengan variasi lebih beragam adalah jenis jantan. Sedangkan untuk suara murai batu betina, dari sekian banyaknya anggapan, mayoritas mengatakan kalau kicauan-nya cenderung monoton dan hanya bisa mengeluarkan suara panggilan saja.

Mengingat beberapa hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa cara membedakan murai batu jantan dan betina, sangat perlu untuk diketahui. Jika sudah mengetahui perbedaan jenis kelamin-nya, maka kegiatan dalam menjalankan hobi burung berkicau, tentu akan dirasa lebih mudah dan sebelum membelinya calon pemelihara pun bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Kalau misalnya sudah mempunyai burung jantan, tapi kondisinya macet bunyi, sehingga membutuhkan suara murai batu betina untuk memancing bunyinya, dengan mengetahui cara membandingkan ciri-ciri jenis kelamin, otomatis pembelian burung betina akan lebih mudah tanpa harus khawatir salah pilih.

Perbandingan jenis kelamin dari burung yang dikelompokkan pada keluarga atau suku Muscicapidae ini, di setiap kondisi atau usia burung, pastinya mempunyai cara yang berbeda-beda. Dengan kata lain, perbedaan murai batu jantan dan betina dewasa, bakalan, anakan atau trotolan, tentu memiliki ciri-ciri yang tidak sama. Pasalnya burung yang sudah dewasa dan yang masih bahan terutama untuk yang trotol, warna serta corak bulunya sudah jelas berbeda. Disamping itu, untuk suaranya pun juga cenderung tidak sama. Dimana pada umumnya, burung yang masih bahan cenderung kurang identik dengan suara ngeplong yang bervariasi, sehingga lebih sulit untuk dibedakan jenis kelamin-nya melalui pengamatan suara.

Selain warna serta motif bulu yang relatif tidak sama dan suara yang belum diketahui lebih jelasnya, untuk perawakan atau fisik antara burung dewasa dengan yang masih muda, ternyata kebanyakan juga agak berbeda. Apabila membedakan murai batu jantan dan betina anakan trotolan, bisa diketahui kalau pejantan mempunyai kepala berukuran lebih besar dengan bentuk yang seakan-akan terlihat persegi, tetapi metode ini cenderung kurang bisa diterapkan pada burung dewasa. Bagi yang belum mengetahui perbedaan ciri-ciri jantan dan betina burung murai batu mulai dari yang trotolan, bakalan, hingga dewasa, tidak ada salahnya jika menyimak beberapa ringkasan informasi yang telah disajikan sebagai berikut;

Perbedaan Murai Batu Jantan Dewasa

  • Suaranya lebih bervariasi
  • Ukuran tubuh lebih besar
  • Paruh lebih panjang dan tebal
  • Ukuran kepala relatif lebih besar
  • Tulang supit lebih keras jika diraba
  • Mata terlihat agak menonjol keluar
  • Kaki lebih panjang, tebal dan kokoh
  • Bulu hitam terlihat lebih pekat dan mengkilap
  • Bulu coklat pada dada lebih pekat dan mengkilap
  • Ukuran ekor lebih panjang dengan bulu yang lebat.

Perbedaan Murai Batu Betina Dewasa

  • Suara cenderung monoton
  • Ukuran tubuh cenderung kecil
  • Paruh terlihat kecil dan lebih pendek
  • Ukuran kepala cenderung terlihat lebih kecil
  • Tulang supit terasa lunak dan renggang jika diraba
  • Posisi mata seakan-akan terlihat menonjol lebih keluar
  • Ukuran kaki cenderung pendek dan kecil dengan tulang yang tipis
  • Bulu berwarna hitam terlihat kusam atau keabu-abuan dan tidak mengkilap
  • Bulu berwarna coklat yang terletak pada bagian dada tampak lebih muda
  • Bulu berwarna putih yang terdapat pada bagian punggung atas ekor lebih kecil
  • Ukuran ekornya cenderung lebih kecil dan pendek.

Perbedaan Murai Batu Jantan Trotolan

  • Bagian sayap dan dada ada bintik-bintik coklat
  • Kepala lebih besar dengan bentuk persegi
  • Mata tampak lebih menonjol ke depan
  • Tubuh lebih besar dan panjang
  • Nada suara bass atau rendah
  • Paruh lebih lebar.

Perbedaan Murai Batu Betina Trotolan

  • Pada bagian dada terdapat bulu tipis dan panjang berwarna coklat bercampur putih
  • Ukuran kepala cenderung kecil dengan bentuk yang terlihat bulat
  • Posisi mata tidak terlihat lebih menonjol dibanding jantan
  • Ukuran tubuh lebih kecil dan pendek
  • Nada suara lebih ke nada tinggi
  • Paruh tipis dan terlihat lancip jika dilihat dari bagian atas.

Perbedaan Murai Jantan Anakan Bakalan

  • Saat gacor, ada jeda dengan variasi dan nada yang selalu beda
  • Jemari kaki panjang dengan kulit kasar
  • Ukuran kepala relatif lebih besar
  • Bodi atau tubuh tampak gemuk
  • Paruh lebih panjang dan tebal.

Perbedaan Murai Betina Anakan Bakalan

  • Suara gacor rapat tak berjeda dan nada-nya selalu sama
  • Jari kaki lebih pendek dengan kulit yang lebih halus
  • Ukuran kepala cenderung lebih kecil
  • Tubuh lebih ramping dan kecil
  • Paruh tipis dan bengkok.

Ciri-ciri murai batu jantan dan betina seperti yang telah disampaikan di atas adalah metode yang marak diterapkan oleh para kicaumania guna mengetahui jenis kelamin dari burung yang dikelompokkan pada genus Copsychus ini. Meskipun beberapa diantaranya bersifat relatif atau belum terbukti 100 % akan ketepatan akurasi-nya, namun setidaknya masih bisa rekan-rekan jadikan sebagai tolak ukur dalam menentukan jenis kelamin burung sebelum membelinya. Membedakan jenis kelamin burung murai batu yang paling akurat ialah dengan mengamati pada segi suara gacornya. Akan tetapi pengamatan tersebut hanya bisa dilaksanakan jika burung sudah menginjak dewasa dan mulai buka paruh.

Source:

suara murai batu borneo betina, Murai borneo betina, perbedaan murai jantan dan betina lampung, murai nias betina, cara membedakan murai kalimantan jantan dan betina, suara murai borneo betina, murai nias betina dan jantan, murai batu nias betina, ciri ciri murai lampung jantan, cara membedakan murai borneo jantan dan betina